Banda Aceh, 7 Maret 2026 – Aceh Ramadan Festival 1447 Hijriah resmi ditutup dengan penuh kemeriahan di halaman Masjid Raya Baiturrahman malam ini, bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an. Acara penutupan yang dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta sejumlah menteri dari pemerintah pusat menampilkan tausiyah khusus, pembacaan Al-Qur’an massal, salat tarawih berjamaah, dan atraksi seni budaya Aceh seperti tari Saman serta rapai daboih.
ANGKARAJAFestival yang berlangsung sejak 1–7 Maret 2026 ini menjadi salah satu agenda utama menyambut bulan suci Ramadan di Serambi Mekah. Ribuan pengunjung memadati area Masjid Raya setiap harinya, menikmati stan UMKM halal, pameran Mushaf Al-Qur’an kuno, kuliner khas Aceh seperti mie Aceh, kanji rumbi, dan gulai plik u, serta berbagai program keagamaan dan sosial.
Wagub Fadhlullah dalam sambutannya menyatakan, “Aceh Ramadan Festival bukan hanya perayaan, tapi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ekonomi umat. Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memeriahkan malam Nuzulul Qur’an ini dengan tadarus bersama dan doa untuk kemajuan daerah.”
Pemprov Aceh mencatat lonjakan transaksi UMKM mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan proyeksi total omzet mencapai miliaran rupiah dari 120+ stan yang dilibatkan secara gratis oleh Pemko Banda Aceh. Festival ini juga menjadi ajang promosi wisata religi Aceh pasca-bencana banjir bandang akhir 2025 yang masih meninggalkan dampak di beberapa kabupaten seperti Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.
Di sisi lain, meski banjir besar telah mereda, lebih dari 11.000 warga korban banjir masih bertahan di tenda pengungsian sementara di Aceh. Pemerintah pusat mempercepat relokasi dan pencairan bantuan rehabilitasi pasca pengajuan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) senilai Rp153,3 triliun (sekitar US$9,09 miliar) oleh Pemprov Aceh ke BNPB pada awal Februari lalu.
Selain itu, isu kelangkaan BBM sempat memicu panic buying di beberapa SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah awal pekan ini, meski Pertamina menegaskan stok aman. Gempa tektonik Magnitudo 6,1–6,4 di lepas pantai Simeulue pada 3 Maret lalu juga sempat mengguncang wilayah Aceh, tapi tidak menimbulkan kerusakan signifikan atau potensi tsunami.

