Kampong Thom, 5 Maret 2026 – Polisi Kampong Thom mencatat lonjakan signifikan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sejak memasuki bulan Ramadan. Dalam empat hari terakhir (1–4 Maret 2026), setidaknya tiga kasus KDRT dilaporkan ke Polres Kampong Thom, dua di antaranya melibatkan kekerasan fisik berat terhadap istri dan anak.
SLOT ONLINE TERPERCAYA
Rincian Kasus Terbaru
- Kasus di Stung Sen (4 Maret malam) Seorang ibu rumah tangga berinisial S (29) dibawa ke RSUD Kampong Thom dengan luka memar di wajah, lengan, dan punggung. Suaminya (inisial C, 34) ditahan setelah tetangga melaporkan suara teriakan dan pemukulan. Motif awal: perselisihan soal uang belanja harian menjelang Ramadan. Korban mengalami patah tulang rusuk ringan dan trauma psikologis.
- Kasus di Baray (3 Maret) Seorang anak perempuan usia 14 tahun (inisial R) mengalami luka bakar pada lengan kiri setelah disiram air panas oleh ayah kandungnya. Ayah korban (inisial T, 42) mengaku “marah karena anak tidak membantu ibu memasak takjil”. Kasus ini dilaporkan oleh guru sekolah korban setelah melihat luka saat anak masuk kelas.
- Kasus di Prasat Sambour (2 Maret) Seorang istri (inisial M, 35) melaporkan suaminya melakukan pemukulan berulang selama tiga hari berturut-turut. Korban sempat dirawat di puskesmas setempat karena gegar otak ringan. Pelaku ditangkap setelah tetangga merekam video kekerasan dan mengirimkannya ke polisi.
Pernyataan Resmi Polisi & Pemerintah Daerah
Kepala Polres Kampong Thom, Kolonel Chhay Sovann, menyatakan:
“Kami melihat pola peningkatan KDRT di bulan puasa, terutama yang dipicu oleh tekanan ekonomi, beban rumah tangga menjelang Ramadan, dan konsumsi minuman beralkohol ilegal di malam hari. Semua kasus sedang diproses dengan pasal KDRT berat (Pasal 246–248 KUHP Kamboja) yang ancamannya hingga 10 tahun penjara.”
Gubernur Provinsi Kampong Thom juga menginstruksikan:
- Pembentukan posko pengaduan KDRT 24 jam di setiap distrik
- Kerja sama dengan pagoda dan LSM lokal untuk konseling korban
- Kampanye “Ramadan Damai Tanpa Kekerasan” melalui masjid dan radio komunitas
Data Nasional & Imbauan
Menurut Komnas Perempuan Kamboja (analog dengan Komnas Perempuan Indonesia), laporan KDRT di seluruh negeri naik 28% pada minggu pertama Ramadan 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor pemicu utama:
- Tekanan ekonomi untuk menyiapkan kebutuhan puasa
- Stres akibat perubahan pola tidur & aktivitas
- Akses mudah minuman keras ilegal
Nomor pengaduan darurat Kamboja (setara Komnas Perempuan):
- Hotline Polisi: 117 atau 119
- Hotline KDRT nasional: 128 (layanan konseling 24 jam)
Masyarakat Kampong Thom diimbau:
- Jika melihat atau mengalami KDRT, segera laporkan – jangan diam karena “malu” atau “urusan rumah tangga”.
- Korban bisa mencari perlindungan sementara di rumah aman (safe house) yang dikelola LSM lokal.
- Ramadan adalah bulan ampunan – kekerasan bukan jalan keluar.

